Liputan Media

[Liputan Media] [bleft]

Silaturahmi

[Silaturahmi][twocolumns]

Agenda

[Agenda][bsummary]

Memberi Tak Mesti Banyak Harta, Berbagi Tak Perlu Menunggu Kaya


Memberi Tak Mesti Banyak Harta

Berbagi Tak Perlu Menunggu Kaya

Tak perlu menunggu kaya karena segala amal yang kau berikan tak dihitung dari banyak atau sedikit yang engkau berikan tapi dihitung dari seberapa ikhlas engkau memberikan.

Kadang diantara kita ada yang berfikir nanti saja atau besok saja dalam beramal dan menebar kebaikan. Namun itu semua harus disikapi dan dikalahkan dengan jurus pamungkas yang mujarab yaitu “Pemaksaan”. Ya kadang amal itu tidak harus diawali dengan keikhlasan dan justru diawali dengan keterpaksaan, tapi apakah keterpaksaan kita itu akan dicacar oleh Malaikat dan dinilai sebagai Ibadah oleh Allah? InsyaAllah, segala niatan kita akan dicacat karena insyaAllah walau niat awal anda terpaksa, tapi coba kita sedikit berfikir Anda dengan terpaksa memberika sesuatu yang Anda miliki dengan maksud agar suatu saat menjadi terbiasa, lalu apakah itu bukan belajar ikhlas namanya?

Ingat, selama kita hidup, kita diwajibkan untuk belajar dan mencari ilmu termasuk diantaranya ilmu yang paling sulit dan tidak ada guru resminya didunia ini yaitu “ikhlas”. Jadi insyaAllah, walaupun amal kita itu tidak mendatangkan manfaat tapi kita masih mendapatkan manfaat dari “Tholabul ‘Ilmi” dan ilmu yang bermanfaat itu akan terus mengalirkan kebaikan untuk dirimu walau jasadmu telah hancur bercampur tanah.

“Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim)

Mungkin ada lagi pernyataan begini, Saya sekarang hendak mengumpulkan uang untuk memperbaiki hidup, lalu setelah terkumpul dan menghasilkan (menjadi kaya) baru saya akan beramal yang banyak,

Siapa yang menjamin kita hidup esok hari, siapa yang menjamin kekayaan kita tidak menutup hati kita dan Astaghfirullah, siapa yang menjamin kita masih beriman saat kita kaya (Na’udhubillah mindzalik). Sudah banyak contohnya orang yang dibutakan harta, dirangkul dunia dan menghamba pada kefanaan. Jadi tak perlu menunggu esok untuk berbuat baik. Yuuk segerakan :) 


Salam

Nasi Gratis Jogja

Menebar kebaikan untuk sesama