Kabar perjuangan hidup dua putri tangguh yatim piatu sampai ke telinga Mas Dukuh, aktivis sosial sekaligus pendiri gerakan Nasi Gratis Jogja, usai seorang warga setempat menghubungi secara langsung. Warga tersebut mengabarkan keberadaan dua siswi yatim piatu yang kini harus bertahan hidup berdua di sebuah rumah sederhana.
Orang tua mereka wafat pada tahun 2025 akibat sakit, meninggalkan sang kakak yang masih duduk di bangku SMA dan adiknya yang baru SMP. Tanpa figur orang tua, sang kakak bahu-membahu mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan memastikan pendidikan sang adik tidak terputus di tengah jalan.
Perjuangan gigih kakak beradik ini menyentuh hati dan menjadi panggilan aksi nyata bagi kita semua. Mari hulurkan tangan untuk membantu kebutuhan hidup serta mendukung kelangsungan sekolah mereka bersama Nasi Gratis Jogja. Setiap kepedulian dan bantuan yang Anda salurkan akan menjadi pilar penyokong harapan mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan layak.










